RMP Papua Barat Lakukan Survey CPCL Padi Arkansas/AAS
MANOKWARI – Guna memastikan keberhasilan program budidaya padi berbasis teknologi tinggi, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat melaksanakan survey Calon Petani Calon Lahan (CPCL) untuk kegiatan budidaya padi Arkansas/AAS (Advanced Agricultural System). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Selasa, 31 Maret hingga Rabu, 1 April 2026.
Kegiatan survey ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar Modernisasi Pertanian Papua Barat, Dr. Abdul Syukur Syarif, SP., MP., dengan melibatkan tim teknis BRMP, penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Prafi, serta perwakilan kelompok tani di dua lokasi: area lahan KP BRMP Papua Barat dan lahan petani di Distrik Prafi.
Padi Arkansas/AAS merupakan teknologi budidaya padi yang dimodifikasi dari budidaya padi petani di Arkansas, Amerika Serikat. Budidaya padi ini dikelola dengan pendekatan Advanced Agricultural System. Salah satu fitur utama dalam paket teknologi ini adalah penerapan sistem Tabela (Tanam Benih Langsung) menggunakan alat mekanisasi pertanian. Budidaya padi Arkansas dirancang untuk memecahkan rekor produktivitas di tingkat lokal. Dengan penggunaan input nutrisi yang tepat, penanaman yang rapat, serta penggunaan mekanisasi dalam budidayanya, padi ini diproyeksikan mampu menghasilkan tonase gabah yang lebih tinggi dibandingkan sistem tanam eksisting. Hal ini menjadi kunci penting dalam mewujudkan kemandirian pangan di wilayah Manokwari dan sekitarnya.
Survey CPCL merupakan tahapan krusial untuk memastikan keberhasilan di lapangan. Tim melakukan verifikasi terhadap kesiapan lahan dan profil petani.
Selain peninjauan fisik lahan, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan sharing antara tim ahli dan praktisi lapangan. Fokus pembicaraan mencakup perbandingan antara teknik budidaya padi eksisting yang selama ini dilakukan petani Prafi dengan potensi implementasi teknologi baru yang dibawa oleh BRMP. Penyuluh dari BPP Prafi dan perwakilan kelompok tani menyambut baik rencana ini. Diskusi berlangsung hangat, membahas mulai dari manajemen pengairan, pengendalian hama terpadu, hingga tantangan mekanisasi di lapangan.
Melalui sinergi ini, diharapkan Distrik Prafi dapat segera mengimplementasikan pertanian modern yang lebih efisien dan menguntungkan bagi petani.